Saturday, November 21, 2015

Jesus vs Muhammad

Jesus dan Muhammad. Dua figur terbesar sepanjang masa. Ketika ditanya siapakah figur yang lebih besar dan sukses? Jika dilihat dari jumlah pengikut, sementara Yesus unggul dengan 31% diseluruh dunia, sedangkan Muhammad mengekor pada 23%. Tapi banyak spekulasi bahwa dalam waktu tidak terlalu jauh, muslim akan menyusul. Ini terlihat dari perkembangan jumlah muslim diseluruh dunia. Sebelum kita sampai pada kesimpulan, mari kita lihat dulu kedua figur ini.

Muhammad dan Yesus seolah berada pada dunia yang berbeda. Keduanya terlihat membimbing umat manusia menuju Sang Pencipta, tapi cara yang digunakan, pendekatan yang dikembangkan sungguh berbeda.

Muhammad adalah seorang yang sangat cerdik. Beliau adalah seorang pemimpin yang lengkap. Bisa dibilang dalam hal kepemimpinan, beliau mengalahkan Yesus. Beliau ahli dalam berpolitik. Ini juga yang menyebabkan Islam menjadi agama yang sangat kental bau politiknya. Tapi hal ini justru sangat membantu Islam dalam melebarkan sayapnya, serta mempertahankan posisinya. Ada anggapan yang beredar bahwa sangat mudah masuk Islam, tapi jangan harap anda bisa keluar begitu saja. Ini karena banyak umat Islam percaya bahwa Islam mengajarkan bahwa murtad hukumannya adalah mati.

Yesus tidak memiliki pasukan. Beliau bahkan ditangkap tanpa ada perlawanan, dan kemudian diadili lalu akhirnya dibunuh. Ketika itu terjadi, tidak ada pemberontakan atau aksi membela Yesus. Untuk menjadi pengikut Kristus menurut alkitab, tidak perlu ada syarat macam macam, cukup menjadi manusia baru dan ikut jalan yang ditunjukkan Yesus. Dan tidak disebutkan sangsi duniawi apa yang dijatuhkan pada orang yang berpaling dari jalan tersebut. Tidak ada ketakutan apapun yang ditanamkan pada pengikut Yesus jika suatu hari mereka memutuskan untuk tidak mengikutiNya lagi. Sangat mudah bagi seseorang untuk melepaskan agama kristen dan beralih pada agama lain jika dia mau.

Muhammad adalah kebalikan dari Yesus dalam beberapa hal. Yang pertama adalah bahwa Muhammad memiliki istri, dan konon bukan hanya satu. Ini kemudian dijadikan teladan oleh banyak laki laki muslim. Rasullulah mengajarkan bagaimana berpoligami yang baik, dengan berlaku adil pada setiap istrinya. Tentu bukan hal yang mudah dilakukan, tidak sembarangan orang bisa melakukannya. Tapi Beliau bukan orang biasa. Segala kharisma yang dimilikinya bisa membuat takluk para istri beliau, beserta para wanita muslim pada jaman jaman berikutnya. Hingga kini, walaupun banyak wanita muslim secara hati tidak rela diduakan, tapi oleh karena pengaruh ajaran agama, mereka terpaksa merelakan suaminya menikah lagi.

Yesus tidak beristri, bahkan pacar pun tidak punya. Jadi apakah beliau gay? Tidak juga. Ini justru teladan yang harus diberikan oleh seorang pemimpin agama yang sesungguhnya. Ini yang dilakukan oleh pastor dan bikhu yang tidak menikah, tidak memiliki pasangan, tidak berketurunan. Mengapa seorang pemimpin agama harusnya tidak menikah? Seorang pemimpin agama hidup bukan untuk dirinya, tapi untuk umat. Artinya tidak layak bagi seorang pemimpin agama untuk memperkaya dirinya. Dan ketika seorang pemimpin agama memiliki keluarga, maka akan menjadi tidak adil bagi keluarganya jika dia tidak memperkaya dirinya dengan harta duniawi. Lalu bagaimana dengan pendeta Kristen yang naik mobil mewah punya rumah megah? Kita bahas lain kali. Tapi yang jelas Yesus tidak hidup dalam kemewahan. Pengikutnya banyak, tapi mereka tidak militan. Baru setelah kematian Yesus, jumlah pengikutnya diseluruh dunia meningkat hingga hasilnya kita lihat sekarang ini. Senjata utama Yesus bukan kemampuannya berpolitik, tapi ketulusannya yang hingga rela mengorbankan nyawanya sendiri. Bisa dibilang Yesus membeli follower.  Yesus membayar jumlah follower sekarang ini dengan nyawa Nya.

Muhammad memiliki pedang yang pernah berlumuran darah. Beliau menggunakan segala cara baik dakwah maupun perang untuk mencapai tujuannya. Tapi bukan berarti Muhammad itu liar. Beliau mengajarkan aturan aturan dalam perang supaya para muslimin tidak bertindak berlebihan dan melewati batas. Anak anak, dan mereka yang menyerah tidak boleh dibunuh. Tempat ibadah tidak boleh dirusak, dan sebagainya. Jadi Muhammad itu bukan seorang anarkis, tapi seorang panglima yang hebat dan memiliki respek terhadap orang lain. Beliau bukan orang yang haus darah dan gemar membunuh, tapi beliau memperbolehkan pengikutnya menumpahkan darah atas dasar alasan yang kuat. Muhammad bukanlah pemimpin yang mengawang awang, tapi menapak dibumi. Artinya beliau realistis, jika diserang masa berdiam diri menunggu mati? Tapi beliau tidak mengajarkan umat Islam untuk cari gara gara.

Yesus berada pada sisi sebaliknya. Ajaran Yesus adalah ajaran yang sama sekali tidak mengemukakan aturan tentang perang. Ajaran Yesus ini sungguh simpel, tapi bikin orang mengerutkan dahi. Cintai musuhmu, jika ditampar satu sisi pipi, kasih sisi lainnya. Artinya jangankan membunuh, melawan saja tidak dianjurkan. Artinya jika dibuli orang lain, kita jangan membalas, jangan menyimpan kebencian, tapi balas orang itu dengan cara mengasihinya. Kesimpulannya, ajaran Yesus ini merupakan ajaran yang paling bodoh diseluruh penjuru dunia. Ini bertentangan dengan insting dasar makhluk hidup yaitu mempertahankan eksistensinya. Tapi justru ajaran bodoh ini adalah ajaran yang paling mulia. Ini bukan ajaran duniawi, tapi ajaran surgawi. Artinya Yesus tidak mengajarkan kita untuk mengejar sesuatu di dunia ini. Tapi sesuatu yang hanya akan didapat disurga, dan itu berarti mengesampingkan insting dasar makhluk hidup tersebut. Ajaran Yesus menempatkan kehidupan duniawi tidak berada pada level yang penting. Tapi bukan berarti kita menyianyiakan hidup. Justru karena kita menghargai hidup, kita mengasihi musuh. Kita dianjurkan menghargai hidup orang yang memusuhi kita, mengenai apakah orang itu menghargai hidup kita, itu hal lain.

So penilaian penulis bagaimana? Muhammad adalah sosok yang lebih hebat dari Yesus dalam banyak hal. Beliau adalah orang yang bisa dibilang berada diatas manusia lain dibumi ini. Pencapaiannya hingga kini adalah warisan hasil jerih payah beliau. Ini adalah prestasi beliau. Sedangkan jumlah follower Yesus sekarang ini dibayar mahal oleh nyawa Yesus, dan sejujurnya jumlah follower ini banyak hasil jerih payah pengikut Yesus, bukan Yesus itu sendiri. Jadi menurut penulis pribadi, skor sebenarnya dipegang Muhammad, karena Yesus curang beli follower dengan darahNya sendiri. Tapi kalau ditanya siapa yang lebih mulia, Yesus atau Muhammad, jawabannya tanpa harus diragukan lagi, adalah Yesus. Dia tidak mengejar kemenangan duniawi. Kemenangan Dia bukan ketika orang Kristen lebih banyak populasinya dari orang Islam, tapi ketika seluruh umat manusia bisa bersatu saling membantu saling menyayangi dan saling menjaga eksistensi masing masing. Itu tujuan Yesus!!

Thursday, October 22, 2015

Kelebihan dan Kekurangan Agama Kristen

Disclaimer: penulis berusaha seobjektif mungkin dalam memaparkan kelebihan dan kekurangan agama ini. Penulis sendiri berada dalam posisi agnostik-pantheis, jadi tidak memihak agama manapun di Indonesia. Jika ada ketidaksetujuan, itu hal yang wajar dan penulis menghargai perbedaan pendapat. Apa yang ditulis disini belum tentu 100% benar dan penulis menerima koreksi jikaada kesalahan.

Kelebihan agama Kristen yang utama adalah pada kemuliaan ajaran kasih. Ajaran ini menurut penulis merupakan hal mendasar yang paling mulia. Gak usah ribet mengikuti semua detail doktrin dsb, cukup dengan memegang ajaran utama ini, anda sudah bisa menjadi manusia yang baik. Ajaran kasih ini terutama tercermin dari perintah untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri yang disatukam dengan perintah untuk mengasihi Sang Pencipta. Suatu tujuan yang sangat muluk, tapi itu target yang pantas jika kita ingin menjadi manusia yang baik.

Orang Kristen yang baik tidak mengenal dendam, hanya mengenal pengampunan. Ini membuat orang Kristen seharusnya tidak punya musuh. Sekalipun orang lain memusuhi, perintah dalam agama Kristen adalah untuk mengasihi orang yang memusuhi. Bukan memerangi, apalagi membinasakan. Jadi dalam agama Kristen membunuh untuk alasan apapun tidak dibenarkan. Ajaran Kristen tidak mengenal mata ganti mata gigi ganti gigi. Bagi banyak orang, ini merupakan kebodohan, tapi bagi penulis, ini merupakan kelebihan agama Kristen. Kita tidak bicara kepintaran dalam hal ini, tapi kemuliaan.

Dalam agama Kristen penafsiran alkitab itu seharusnya tidak dilakukan secara literal, walaupun masih banyak orang Kristen yang melakukannya. Penafsiran non literal ini bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Kelebihannya adalah orang Kristen bisa menggunakan akal budi dan hati nurani dalam hidup sesuai ajaran Kristen. Ini menjadikan orang Kristen lebih dewasa dalam pemahaman kerohanian. Dia mengikuti perintah bukan karena secara literal diperintahkan dan taat buta, tapi karena dia mengerti mengapa harus demikian.

Kekurangan poin diatas adalah adanya penafsiran berbeda dari tiap orang atau multitafsir terhadap satu ayat. Hikmat manusia terbatas dan tidak sama pada setiap orangnya. Perbedaan tafsir ini bisa menimbulkan perpecahan, bahkan perselisihan.

Kelebihan lain dari agama kristen adalah fleksibilitas dan adaptabilitas terhadap budaya. Tidak seperti Islam yang sangat arabi, Kristen modern tidak memiliki satu warna yang kental budaya. Ini memungkinkan orang Kristen untuk menjadi kristen sesuai budaya daerahnya.

Kekurangan utama dari agama Kristen adalah konsep tritunggal yang membingungkan banyak orang dan sering menjadi daerah serangan dari agama lain. Konsep ini memang bukan konsep yang mudah dijelaskan nalar dan banyak orang Kristen sendiri tidak mempu menjelaskannya serta menelannya bulat bulat sebagai iman yang tidak patut dipertanyakan. Konsep ini pun tidak bisa dibuktikan secara empiris walaupun bisa dibuktikan secara ilmiah.

Klaim bahwa Yesus adalah Tuhan juga merupakan titik serang utama dari penganut agama lain. Dalam Agama Islam, Yesus dikenal dengan nama Isa. Isa dikenal sebagai seorang manusia, bukan Tuhan seperti yang dipercaya orang Kristen. Iman Kristiani terhadap Yesus itu seringkali ditantang oleh non Kristen dengan menyebutkan beberapa perkataan Yesus yang seolah mengindikasikan bahwa Dia bukanlah Tuhan. Sebutan Yesus pada Allah, yaitu Bapa, membuat banyak orang berpikir bahwa Yesus adalah anak Allah, tapi bukan Allah itu sendiri. Orang Islam bahkan tidak mengakui Isa sebagai anak Allah. Allah diyakini tidak berketurunan. Dalam konsep Kristiani sekalipun, Yesus yang dianggap anak Allah, tidak dipercaya sebagai anak biologis dari Tuhan. Iman Kristiani mempercayai bahwa yesus itu manusia yang berdaging dan bisa mati, tapi Dia merupakan perwujudan Tuhan dalam bentuk nyata. Allah dipercaya begitu mengasihi manusia sampai rela turun ke dunia dalam bentuk fisik sehingga bisa bersentuhan langsung dengan manusia. Tapi dilain pihak dipercaya juga bahwa Allah bgitu mengasihi manusia sehingga rela mengirimkan putranya yang tunggal Yesus Kristus untuk mati di kayu salib menebus dosa seluruh umat manusia. Sehingga jiwa kita semua sudah "dibeli" oleh Yesus dari tangan kebinasaan kekal di neraka.

Kelemahan dari pandangan bahwa manusia tidak bisa mencapai keselamatan dengan usaha sendiri adalah munculnya kecenderungan orang Kristen untuk menitikberatkan pada "percaya" bahwa Yesus adalah Tuhan dan berhenti sampai disitu. Pandangan begini berefek terhadap maraknya praktek kristenisasi dengan alasan bahwa hanya Yesus sumber keselamatan.

Yohanes 14:6 (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Kata kata inilah yang dianggap kontroversial. Entah benar atau tidak Yesus berkata demikian pada si penulis injil, tapi kata kata ini sering diartikan oleh orang Kristen bahwa untuk mencapai keselamatan harus melalui Yesus seorang. Tapi sebetulnya jika memang Yesus adalah Tuhan, maka logikanya adalah tiada jalan mencapai Tuhan selain lewat Tuhan itu sendiri. Masuk akal. Cuma artinya, tidak harus melalui sosok Yesus jika ingin mencapai Tuhan atau keselamatan. Ini berlaku jika Tuhan yang ada pada agama lainpun sama dengan Tuhan agama Kristen. Artinya tidak peduli agama apapun yang dipilih selama mengarah pada Tuhan YME, maka sama saja. Ironisnya hal ini akan mengarah pada pluralisme agama yang begitu dibeci oleh kaum agamis fundamentalis.

Kelemahan berikutnya dari agama Kristen adalah adanya perjanjian baru dan lama dalam alkitab. Banyak orang yang mempertentangkan perjanjian baru dan lama, ada pula yang mengatakan bahwa perjanjian baru itu menggenapi perjanjian lama sehingga menjadi lengkap.

Perjanjian baru adalah salah satu penyebab mengapa Kristen berbeda dengan agama yahudi dan Islam. Perjanjian baru lebih berisi tentang tulisan para pengikut Kristus dan berkaitan dengan teladan dalam hidup Yesus serta pesan dari para pengikut Yesus pasca Yesus. Dari apa yang penulis baca, isi perjanjian baru adalah baik. Kesimpulan penulis adalah, jiwa Kristiani sejati justru bukan terletak pada perjanjian lama, tapi perjanjian baru. Perjanjian baru membuat seorang Kristen lebih dewasa dalam beriman. Hanya saja memang ada kesan bahwa dalam perjanjian baru ini, banyak andil pemikiran dari para penulisnya daripada kata kata langsung dari Tuhan. Bagi saya bukan sesuatu yang jelek karena saya banyak mengandalkan akal pikiran dalam mencerna segala sesuatu. Tapi bagi kaum agamis fundamentalis, ini suatu hal yang kurang keramat, karena terlalu berbau manusia.

Para penganut agama Kristen menggantungkan nasib mereka pada perjanjian baru ini. Jika apa yang disampaikan dalam perjanjian baru ini benar maka benarlah mereka akan segalanya, tapi jika tidak, maka iman terhadap Yesus sebagai Tuhan selama ini adalah sebuah kekeliruan besar.

Adanya segmentasi antara perjanjian baru dan lama sering membuat orang cenderung tidak berimbang dalam menjadikan alkitab sebagai pegangan. Salah? Tidak juga, akan tetapi penulis secara pribadi malah berpendapat bahwa jika seseorang yang terlalu menitikberatkan perjanjian lama sebagai patokan menilai sesuatu, maka orang ini bisa masuk kategori menyebalkan kalau tidak menakutkan. Mengapa demikian? Seperti saya pernah katakan sebelumnya bahwa perjanjian baru mendewasakan pemikiran. Tanpa imbangan yang cukup dari perjanjian baru, maka muncullah orang orang Kristen yang kolot, kadang kekanak-kanakan. Detailnya saya akan bahas lain waktu dengan pokok bahasan yang berbeda.

Kelemahan berikutnya dari agama Kristen juga menjadi kelemahan dari agama-agama tetangganya, terutama Islam. Apakah itu? Kelemahan tersebut adalah banyaknya denominasi atau juga aliran intra agama itu sendiri. Perbedaan ini timbul karena perpecahan, perbedaan pendapat, tafsir, atau bahkan kebudayaan. Masing masing denominasi memiliki ciri khasnya sendiri, dan punya karakteristik khas pengikutnya. Tidak jarang antar aliran ini bisa juga berselisih, para pengikutnya saling menjelekkan. Sebuah perilaku yang tidak seharusnya ditunjukkan orang berTuhan bukan?

Matius 4:19 (TB)  Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Seringkali ayat diatas menjadi alasan orang Kristen untuk merekrut orang masuk bukan hanya menjadi Kristen, tapi menjadi jemaat gerejanya. Maka muncullah istilah Kristenisasi. Banyak orang Kristen, kalau bukan mayoritas, berpendapat bahwa menjadi 'penjala manusia' itu menjadi kewajiban bagi orang Kristen. Memberitakan injil seolah menjadi cara paling umum digunakan dalam rangka menjala manusia. Alhasil banyak orang Kristen bermental salesman seperti penulis pernah paparkan di beberapa post yang lalu. Ayat diatas memang tidak berarti buruk, tapi jujur itu kontroversial dan untuk bisa mengartikannya dengan benar butuh pemikiran lebih jauh, bukan sekedar mencari pengikut sebanyak banyaknya. Lagi lagi mungkin ini membutuhkan pembahasan terpisah. Tapi hal ini sepertinya tidak menjadi sebuah strong point dalam agama ini. Penafsiran yang dangkal tentang menjala manusia akan melahirkan bibit perselisihan dengan penganut agama lain.

Matius 10:34 (TB)  "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Lagi lagi Yesus dilaporkan mengucapkan kata kata yang kontroversial. Ayat ini tidak bisa dibaca sepenggal lalu berharap mengerti artinya. Arti sebenarnya jauh dari yang tersurat di penggalan ayat ini. Tapi ini bisa dijadikan serangan oleh non Kristen untuk melegitimasi tuduhan mereka bahwa ada kekerasan dalam Kristen. Celakanya, ada kaum Kristen sendiri yang salah mengartikan ayat tersebut sehingga muncul jiwa 'perjanjian lama' nya dan berani membalas kekerasan dengan kekerasan. Apa maksudnya jiwa 'perjanjian lama'? Dalam perjanjian lama, ada istilah bahwa Tuhan berperang dipihak kita. Sehingga pembunuhan dengan alasan bagus dihalalkan. Perjanjian baru tidak memperkenankan membunuh atas alasan apapun. Bagaimana seseorang bisa mencintai musuhnya tapi membunuhnya? Perintah terbaru adalah untuk mengasihi sesama, tidak peduli lawan atau kawan.

Kesimpulannya apa? Yesus dan para penulis injil terlalu banyak mengeluarkan statement yang kontroversial. Ini juga yang menjadi kelemahan di agama Kristen. Akan tetapi kelemahan model ini juga dijumpai dalam agama lain.

Kelemahan terakhir adalah korupnya gereja. Korup yang saya nyatakan disini bukan melulu berkaitan dengan uang, tapi lebih berarti bahwa Gereja telah melenceng dari yang seharusnya. Penyimpangan Gereja misalnya ditemukan pada kasus perpecahan antara Katholik dan Protestan. Protestan memisahkan diri dari Katholik karena Gereja Katholik pada saat itu dinilai korup. Perpecahan tidak berhenti sampai disitu. Hingga sekarang kita sering lihat juga ada persaingan antar gereja.
Saling sikut dan tarik menarik jemaat antar gereja menjadi fenomena biasa dalam hidup bergereja.

Sebenarnya ada kelebihan dan kekurangan masing masing aliran dalam Kristen sendiri. Tapi sepertinya itu membutuhkan bahasan tersendiri lagi. Sejauh ini secara umum saya sudah menjelaskan kelebihan serta kekurangan dari agama Kristen. Supaya tidak terlalu panjang saya rasa cukup sampai disini, dan jika ada yang perlu dibahas lebih mendalam lagi, bisa kita telaah lebih jauh pada pembahasan khusus.