Jesus dan Muhammad. Dua figur terbesar sepanjang masa. Ketika ditanya siapakah figur yang lebih besar dan sukses? Jika dilihat dari jumlah pengikut, sementara Yesus unggul dengan 31% diseluruh dunia, sedangkan Muhammad mengekor pada 23%. Tapi banyak spekulasi bahwa dalam waktu tidak terlalu jauh, muslim akan menyusul. Ini terlihat dari perkembangan jumlah muslim diseluruh dunia. Sebelum kita sampai pada kesimpulan, mari kita lihat dulu kedua figur ini.
Muhammad dan Yesus seolah berada pada dunia yang berbeda. Keduanya terlihat membimbing umat manusia menuju Sang Pencipta, tapi cara yang digunakan, pendekatan yang dikembangkan sungguh berbeda.
Muhammad adalah seorang yang sangat cerdik. Beliau adalah seorang pemimpin yang lengkap. Bisa dibilang dalam hal kepemimpinan, beliau mengalahkan Yesus. Beliau ahli dalam berpolitik. Ini juga yang menyebabkan Islam menjadi agama yang sangat kental bau politiknya. Tapi hal ini justru sangat membantu Islam dalam melebarkan sayapnya, serta mempertahankan posisinya. Ada anggapan yang beredar bahwa sangat mudah masuk Islam, tapi jangan harap anda bisa keluar begitu saja. Ini karena banyak umat Islam percaya bahwa Islam mengajarkan bahwa murtad hukumannya adalah mati.
Yesus tidak memiliki pasukan. Beliau bahkan ditangkap tanpa ada perlawanan, dan kemudian diadili lalu akhirnya dibunuh. Ketika itu terjadi, tidak ada pemberontakan atau aksi membela Yesus. Untuk menjadi pengikut Kristus menurut alkitab, tidak perlu ada syarat macam macam, cukup menjadi manusia baru dan ikut jalan yang ditunjukkan Yesus. Dan tidak disebutkan sangsi duniawi apa yang dijatuhkan pada orang yang berpaling dari jalan tersebut. Tidak ada ketakutan apapun yang ditanamkan pada pengikut Yesus jika suatu hari mereka memutuskan untuk tidak mengikutiNya lagi. Sangat mudah bagi seseorang untuk melepaskan agama kristen dan beralih pada agama lain jika dia mau.
Muhammad adalah kebalikan dari Yesus dalam beberapa hal. Yang pertama adalah bahwa Muhammad memiliki istri, dan konon bukan hanya satu. Ini kemudian dijadikan teladan oleh banyak laki laki muslim. Rasullulah mengajarkan bagaimana berpoligami yang baik, dengan berlaku adil pada setiap istrinya. Tentu bukan hal yang mudah dilakukan, tidak sembarangan orang bisa melakukannya. Tapi Beliau bukan orang biasa. Segala kharisma yang dimilikinya bisa membuat takluk para istri beliau, beserta para wanita muslim pada jaman jaman berikutnya. Hingga kini, walaupun banyak wanita muslim secara hati tidak rela diduakan, tapi oleh karena pengaruh ajaran agama, mereka terpaksa merelakan suaminya menikah lagi.
Yesus tidak beristri, bahkan pacar pun tidak punya. Jadi apakah beliau gay? Tidak juga. Ini justru teladan yang harus diberikan oleh seorang pemimpin agama yang sesungguhnya. Ini yang dilakukan oleh pastor dan bikhu yang tidak menikah, tidak memiliki pasangan, tidak berketurunan. Mengapa seorang pemimpin agama harusnya tidak menikah? Seorang pemimpin agama hidup bukan untuk dirinya, tapi untuk umat. Artinya tidak layak bagi seorang pemimpin agama untuk memperkaya dirinya. Dan ketika seorang pemimpin agama memiliki keluarga, maka akan menjadi tidak adil bagi keluarganya jika dia tidak memperkaya dirinya dengan harta duniawi. Lalu bagaimana dengan pendeta Kristen yang naik mobil mewah punya rumah megah? Kita bahas lain kali. Tapi yang jelas Yesus tidak hidup dalam kemewahan. Pengikutnya banyak, tapi mereka tidak militan. Baru setelah kematian Yesus, jumlah pengikutnya diseluruh dunia meningkat hingga hasilnya kita lihat sekarang ini. Senjata utama Yesus bukan kemampuannya berpolitik, tapi ketulusannya yang hingga rela mengorbankan nyawanya sendiri. Bisa dibilang Yesus membeli follower. Yesus membayar jumlah follower sekarang ini dengan nyawa Nya.
Muhammad memiliki pedang yang pernah berlumuran darah. Beliau menggunakan segala cara baik dakwah maupun perang untuk mencapai tujuannya. Tapi bukan berarti Muhammad itu liar. Beliau mengajarkan aturan aturan dalam perang supaya para muslimin tidak bertindak berlebihan dan melewati batas. Anak anak, dan mereka yang menyerah tidak boleh dibunuh. Tempat ibadah tidak boleh dirusak, dan sebagainya. Jadi Muhammad itu bukan seorang anarkis, tapi seorang panglima yang hebat dan memiliki respek terhadap orang lain. Beliau bukan orang yang haus darah dan gemar membunuh, tapi beliau memperbolehkan pengikutnya menumpahkan darah atas dasar alasan yang kuat. Muhammad bukanlah pemimpin yang mengawang awang, tapi menapak dibumi. Artinya beliau realistis, jika diserang masa berdiam diri menunggu mati? Tapi beliau tidak mengajarkan umat Islam untuk cari gara gara.
Yesus berada pada sisi sebaliknya. Ajaran Yesus adalah ajaran yang sama sekali tidak mengemukakan aturan tentang perang. Ajaran Yesus ini sungguh simpel, tapi bikin orang mengerutkan dahi. Cintai musuhmu, jika ditampar satu sisi pipi, kasih sisi lainnya. Artinya jangankan membunuh, melawan saja tidak dianjurkan. Artinya jika dibuli orang lain, kita jangan membalas, jangan menyimpan kebencian, tapi balas orang itu dengan cara mengasihinya. Kesimpulannya, ajaran Yesus ini merupakan ajaran yang paling bodoh diseluruh penjuru dunia. Ini bertentangan dengan insting dasar makhluk hidup yaitu mempertahankan eksistensinya. Tapi justru ajaran bodoh ini adalah ajaran yang paling mulia. Ini bukan ajaran duniawi, tapi ajaran surgawi. Artinya Yesus tidak mengajarkan kita untuk mengejar sesuatu di dunia ini. Tapi sesuatu yang hanya akan didapat disurga, dan itu berarti mengesampingkan insting dasar makhluk hidup tersebut. Ajaran Yesus menempatkan kehidupan duniawi tidak berada pada level yang penting. Tapi bukan berarti kita menyianyiakan hidup. Justru karena kita menghargai hidup, kita mengasihi musuh. Kita dianjurkan menghargai hidup orang yang memusuhi kita, mengenai apakah orang itu menghargai hidup kita, itu hal lain.
So penilaian penulis bagaimana? Muhammad adalah sosok yang lebih hebat dari Yesus dalam banyak hal. Beliau adalah orang yang bisa dibilang berada diatas manusia lain dibumi ini. Pencapaiannya hingga kini adalah warisan hasil jerih payah beliau. Ini adalah prestasi beliau. Sedangkan jumlah follower Yesus sekarang ini dibayar mahal oleh nyawa Yesus, dan sejujurnya jumlah follower ini banyak hasil jerih payah pengikut Yesus, bukan Yesus itu sendiri. Jadi menurut penulis pribadi, skor sebenarnya dipegang Muhammad, karena Yesus curang beli follower dengan darahNya sendiri. Tapi kalau ditanya siapa yang lebih mulia, Yesus atau Muhammad, jawabannya tanpa harus diragukan lagi, adalah Yesus. Dia tidak mengejar kemenangan duniawi. Kemenangan Dia bukan ketika orang Kristen lebih banyak populasinya dari orang Islam, tapi ketika seluruh umat manusia bisa bersatu saling membantu saling menyayangi dan saling menjaga eksistensi masing masing. Itu tujuan Yesus!!
No comments:
Post a Comment