Prihatin dengan kondisi kehidupan beragama di Indonesia?? Intoleransi makin marak, radikalisme makin menjamur. Semua bisa juga dibilang karena Ayat-ayat Cinta.
Lho, kok bisa begitu? Apa hubungannya? Singkat saja. Ketika itu Ayat-Ayat Cinta begitu booming. Laris manis. Semenjak itu bermunculanlah karya karya hiburan lain yang beraroma Islami. (Gak berani bilang berbau karena takut dibilang penistaan.) Maraklah sinetron beraroma Islami, yang sebenarnya tidak Islami. Dan berbagai hal lainnya di dunia hiburan. Pokoknya segala sesuatu yang berbau Islami itu laris terjual. Ini seolah jadi trend. Busana muslim meningkat tajam penjualannya, dan seorang perempuan muslim merasa belum afdol kalau belum berhijab. Dan peer pressure mulai bekerja disini. Acara acara atau program TV yang bertema Islami juga makin marak.
Iklim yang baik bagi pertumbuhan keIslaman ini sepertinya juga dilihat dan dimanfaatkan dengan baik oleh berbagai kelompok organisasi Islam untuk menanamkan "ideologi". Iklim menunjang, tanahnya sudah disiapkan dengan baik dan dalam kondisi subur, maka ketika ditanam buahnya akan mudah tumbuh.
Dengan lahan yang subur itu, gerakan Islam kaffah yang adalah gerakan Islam puritan, fundamentalis semakin mendapat angin. Para pengikutnya makin banyak dan kaum muslim moderat mulai terpinggirkan, malah digolongkan menjadi kaum munafik karena menjadikan kaum kafir sebagai teman setia. Ya tentunya dalam Islam yang kaffah/fundamentalis, seabreg ayat yang menyatakan larangan menjadikan orang kafir sebagai penolong atau juga teman itu tidak bisa diabaikan atau diartikan secara mild berdasarkan konteks khusus. Bagi kaum fundamentalis, apa yang tertulis itu yang dipatuhi secara kaffah/menyeluruh.
Dengan demikian eksklusifisme tumbuh subur juga. Dan dengan demikian pupuslah sudah tujuan Islam Nusantara yang mengarah pada Islam yang rahmatan lil alamin. Islam kaffah ini lebih rahmatan lil muslimin sifatnya, ya karena eksklusifitas itu. Terlebih lagi ketika dicampur dengan politik, pandangan mengenai koeksis dengan umat lain secara damai dan setara itu dikesampingkan, dan digantikan dengan umatku ada diatas yang lain. Apalagi kalau sudah bicara mayoritas minoritas, maka semakin terlihatlah nafsu untuk mendominasi itu.
Dan dengan fundamentalisme yang subur di Indonesia, maka negara ini jadi persemaian yang produktif bagi kaum radikalis yang kemudian melahirkan bibit bibit jihadis (atau ketika makna jihad sudah bergeser orang umum bilang teroris)
Maka ketika kita ramai oleh kasus bom, semua itu bisa dibilang juga karena Ayat Ayat Cinta.
No comments:
Post a Comment