Monday, August 11, 2014

Identitas yang Terbungkam

Etnis Tionghoa telah bergenerasi generasi mendiami bumi Indonesia dan juga sudah sah secara hukum tercatat sebagai warga negara Indonesia. Di masa lalu, etnis Tionghoa Indonesia dilarang menampakkan jatidirinya. Bahkan ada aturan yang mengharuskan pergantian nama dari nama Tionghoa menjadi nama 'Indonesia'. Yang sebenarnya banyak diantaranya bukan nama asli indonesia melainkan sansekerta. Kadang sangking memaksanya nama nama tersebut ada yang terdengar menggelikan, tidak perlu disebut disini, nanti ada yang tersinggung.

Etnis Tionghoa Indonesia boleh bersyukur bahwa di era reformasi ini, mereka boleh menampakkan jati dirinya. Hanya saja masih ada orang orang yang konon disebut 'pribumi' yang keberatan dengan adanya nama Tionghoa tersebut. Menurut mereka, Tionghoa Indonesia harus membaur yang dari versi mereka adalah menanggalkan semua atribut ketionghoaannya dan mengusung atribut kebudayaan lokal baik dari nama sampai bahasa dan budaya serta semua kebiasaan.

Tentu ini adalah perkosaan hak asasi. Pembauran tidak seharusnya melunturkan jatidiri. Perbedaan itu bukan untuk dimusnahkan, tapi untuk dihormati dan dihargai sebagai kekayaan. Berbaur itu bergaul dan memandang semua setara dalam hak dan kewajiban sebagai warga negara dan sebagai sesama manusia.

Tidak heran kalau kaum Tionghoa Indonesia merasa iri dengan etnis 'asing' lain yang tinggal di Indonesia seperti India dan arab. Orang Tionghoa dipaksa memakai nama Indonesia, sedangkan orang 'asli' Indonesia malah berlomba-lomba memakai nama arab. Nama berbau Arab seperti terlihat lebih berharga dibanding 'Paijo, Cecep, Ujang' dan sejenisnya.

Penamaan sesuai budaya dan bahasa etnis adalah hak asasi setiap etnis dimuka bumi, bukan hanya di Indonesia. Marilah kita bangga dengan etnis kita beserta budayanya, tapi juga dibarengi dengan menghargai etnis lain. Lupakan 'pembauran' yang lebih kearah peleburan, mari belajar untuk koeksis dalam damai dan toleransi. Bukankah perbedaan itu yang membuat kita kaya?

No comments:

Post a Comment