Monday, August 11, 2014

Tentang Manusia

Apa sih manusia itu? Orang ada yang bilang, manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Ada yang bilang manusia itu sejenis primata tingkat tinggi yang punya intelegensi diatas primata lainnya. Ada yang bilang manusia itu adalah makhluk yang ditakdirkan menjadi penguasa dimuka bumi ini. Dan masih banyak lagi pendapat pendapat lainnya.

Dari sudut pandang penulis, manusia tidak diciptakan okeh siapapun dengan intensi tertentu. Tapi manusia 'tercipta' lewat suatu proses yang panjang yang tidak melibatkan unsur kesengajaan oleh suatu entitas.

Wait....jadi penulis atheis? Ntar dulu bung, ini Indonesia, paham atheisme tidak boleh bernafas, apalagi berkembang biak. Jadi dengan terpaksa penulis tidak bisa mendeklarasikan diri sebagai atheis. Toh di ktp juga penulis tetap beragama. Being an atheist is illegal here. Tapi kepercayaan adalah hal yang tak bisa dipaksakan dan tidak ada yang bisa mengikat hati selain dari dalam manusia itu sendiri. Lanjutt

Ujung pangkalnya kehidupan atau keberadaan materi sekalipun masih merupakan misteri besar bagi kaum realis. Jadi kita skip dulu itu, fast forward langsung ke manusia yang telah jadi seperti sekarang ini.

Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki tingkat intelegensi tertinggi di muka bumi. Buktinya adalah kekompleksan hasil cipta manusia yang bisa diidentifikasi dengan panca indera. Teknologi, budaya, seni, dll, adalah contoh konkritnya. Tanpa tingkat intelegensi yang tinggi, manusia tidak mungkin menghasilkan hal hal tersebut.

Tingginya tingkat kecerdasan manusia juga membuat manusia bisa melahirkan konsep konsep. Salah satu konsep yang eksklusif dimiliki manusia adalah konsep tentang cinta, waktu, dan masih banyak lagi.

Skip skip, lanjut ke part yang lebih seru. Katanya manusia itu tidak pernah puas. Dan banyak orang mengatakannya dengan konotasi negatif. Padahal sebenarnya negatif atau tidaknya hal tersebut tergantung dari sikap yang diambil oleh si manusia dalam kaitannya dengan ketidakpuasannya itu. Justru ketidakpuasan itu yang membuat manusia maju seperti sekarang. Ketidakpuasan itu yang menjadikan manusia spesies yang paling dominan dimuka bumi. Kesehatan bumi ini banyak dipengaruhi bukan oleh rayap, bukan oleh ikan tongkol, atau kecoak, melainkan oleh manusia.

Bayangkan jika manusia berpuas diri ketika bisa berjalan dua kaki dengan tegak. Maka sekarang mungkin manusia tidak terlalu jauh bedanya dengan simpanse yang masih menggunakan empat tungkai untuk berpindah. Ketidakpuasan yang diikuti semangat, tekad untuk mengejar kepuasan dengan cara yang benar itu yang membuat manusia spesies yang lebih maju.

Ketidakpuasan itu akan menjadi hal yang negatif ketika diikuti niat jahat atau pikiran kotor dan curang. Atau minimal diikuti keputusasaan. Hal itu bukan hanya membawa manusia pada kemandegan, tapi kadang pada kemunduran.

Manusia memang spesies dominan dimuka bumi, tapi seharusnya tetap menjadi spesies yang bertanggung jawab atas alam sekitarnya. Penulis sendiri merasakan sulitnya menjadi makhluk yang punya tanggung jawab terhadap alam. Dan setiap harinya penulis ikut andil dalam perusakan bumi. Dan penulis rasa, nyaris mustahil bagi manusia modern untuk sama sekali lepas dari kegiatan perusakan bumi. Ini yang masih jadi tugas berat buat kita semua untuk bagaimana menjadi spesies yang lebih bisa bertanggung jawab terhadap alam sekitarnya.

Bicara tentang manusia akan sangat panjang, maka penulis rasa akan baik kalau dilanjutkan nanti dilain kesempatan. Stay tuned dalam pemikiran pemikiran tidak penting lainnya.

Salam!

No comments:

Post a Comment